Melihat orang lain pergi bermain, grup membuat rencana jalan-jalan, atau melihat story media sosial satu demi satu, apakah kamu takut melewatkan sesuatu? 12 pertanyaan ini akan mengukur indeks FOMO (Fear of Missing Out) kamu, dan melihat apakah kamu cemas ikut-ikutan tren atau justru menikmati ketertinggalan tersebut.
FOMO (Fear of Missing Out) adalah rasa khawatir melewatkan keseruan yang sedang dialami orang lain. FOMO dalam kadar wajar membuat orang tetap terlibat, sedangkan yang berlebihan menimbulkan kecemasan dan membuat sulit fokus pada hidup sendiri. Tes ini menemanimu melihat kondisimu dan menemukan kembali ritmemu. Hasilnya hanya rujukan kesadaran diri.
Tipe hasil:Tipe santai dan mengalir、Tipe FOMO ringan、Tipe cemas ikut-ikutan、Tipe senang terlewat. Klik tiap tipe untuk analisis lengkapnya, atau buat gambar hasil untuk dibagikan setelah tes. Hasil hanya untuk eksplorasi diri dan hiburan.
Tes FOMO membagi hasil jawaban ke dalam 4 kategori, dengan Tipe santai dan mengalir dan Tipe senang terlewat di kedua ujungnya, serta Tipe FOMO ringan, Tipe cemas ikut-ikutan di antaranya. Dengan kata lain, yang diukur bukan baik atau buruk, melainkan di mana posisimu pada spektrum ini — Tipe santai dan mengalir dan Tipe senang terlewat tidak ada yang lebih unggul, keduanya hanya dua reaksi bawaan terhadap hal yang sama.
Bagian yang tidak bisa diukurnya juga perlu dijelaskan: Tes FOMO mencerminkan kecenderunganmu belakangan ini, bukan sifat yang tetap tak berubah, dan tidak mencakup kemampuan, nilai hidup, atau perilakumu dalam hubungan tertentu. Kalau ada soal yang membuatmu berpikir 「tergantung situasi」, itu biasanya berarti aspek tersebut memang bergerak-gerak pada dirimu, dan pergerakan itu sendiri juga bagian dari jawabannya.
Setiap tipe dalam Tes FOMO punya halaman analisis lengkap tersendiri yang menjelaskan ciri tipe itu, perilakunya dalam hubungan dan kehidupan, serta cara menyesuaikannya. Kalau belum mengerjakan Tes FOMO, kamu tetap bisa mengklik dan melihat dulu tipe mana yang terbaca paling mirip denganmu.
Saat mengerjakan Tes FOMO sebaiknya pilih mengikuti naluri, jangan terlalu lama berpikir. Soal situasi dalam Tes FOMO menanyakan apa yang benar-benar kamu lakukan, bukan apa yang menurutmu seharusnya kamu lakukan, dan makin lama dipikirkan jawabannya makin condong ke versi ideal dirimu. Kalau ada soal yang kedua pilihannya terasa mirip, pilih yang lebih sering muncul dalam tiga bulan terakhir, karena Tes FOMO mengukur kebiasaan bukan pengecualian.
Selain itu, suasana hati saat mengerjakan memengaruhi hasil Tes FOMO — mengerjakan Tes FOMO sehabis bertengkar atau saat sedang jatuh cinta membuat hasilnya lebih ekstrem dari biasanya. Untuk hasil yang lebih stabil, pilih waktu ketika emosimu tenang lalu kerjakan Tes FOMO sekali lagi, hasilnya akan lebih mendekati kebiasaanmu.
Tes FOMO tidak banyak soalnya, kebanyakan orang selesai dalam tiga sampai lima menit. Mengerjakan Tes FOMO tidak perlu mendaftar, hasilnya langsung ditampilkan, dan bisa disimpan ke 「Hasilku」 untuk dilihat lagi nanti.
Mungkin saja. Tes FOMO mencerminkan kondisimu saat ini dan pengalamanmu belakangan, sehingga mengerjakan Tes FOMO setelah beberapa waktu atau dalam suasana hati berbeda lalu jatuh ke tipe yang bersebelahan adalah hal yang lumrah. Daripada mengejar jawaban yang tetap, lebih baik letakkan hasil dua kali Tes FOMO berdampingan, karena perbedaan di antaranya justru sering menjadi bagian yang menarik.
Tes FOMO adalah tes bersifat eksplorasi diri dan hiburan, bukan alat asesmen psikologi, dan tidak memiliki validasi klinis. Kegunaan Tes FOMO adalah menyediakan sekumpulan kosakata untuk menggambarkan dirimu, sehingga perasaan yang tadinya sulit diungkapkan jadi lebih mudah dikatakan. Bagian yang terasa tepat layak dijadikan rujukan, sedangkan bagian yang terasa tidak mirip justru menjadi bukti bahwa dirimu lebih berdimensi daripada kategori Tes FOMO.