Teori kecerdasan majemuk dikemukakan oleh psikolog pendidikan Harvard, Howard Gardner, pada tahun 1983, yang menyatakan bahwa kecerdasan manusia bukanlah kemampuan umum yang tunggal, melainkan terdiri dari berbagai bidang yang relatif independen. Tes IQ tradisional terutama mengukur dua bidang, yaitu verbal dan logis-matematis, sehingga orang yang menonjol di bidang lain menjadi diremehkan. Di sini delapan jenis kecerdasan akan diurai satu per satu: apa itu, bentuk kelebihan dan kelemahan, arah yang cocok, serta bagaimana cara melatihnya. Jika kamu ingin menguji kecerdasan unggulmu terlebih dahulu, kamu bisa mengikuti tes kecerdasan majemuk.
Sistem eksplorasi diri apa pun, nilainya bukan terletak pada mengkategorikan diri sendiri, melainkan menyediakan bahasa untuk memeriksa ulang status diri secara berkala. Penggunaan yang disarankan adalah: temukan dulu satu ${label} yang paling kamu rasakan saat ini, setelah selesai membaca pilih satu latihan untuk dilakukan selama dua minggu, lalu kembalilah untuk membandingkan apakah ada perubahan. Dibandingkan membaca semuanya sekaligus, cara ini lebih mudah untuk benar-benar mengubah sesuatu.
Disarankan juga untuk memandangnya secara silang dari berbagai sudut: MBTI dan Enneagram dimulai dari preferensi psikologis, zodiak dan ramalan dimulai dari simbol budaya, sedangkan ${S.name} memberikan lapisan pengamatan yang lain. Ketika berbagai sudut mengarah pada kesimpulan yang sama, itulah pola sejatimu.
| Kecerdasan | Kata kunci | Saat tidak seimbang |
|---|---|---|
| Kecerdasan Linguistik | Sensitivitas terhadap bahasa dan kemampuan penggunaannya | Penampilan saat berada di posisi yang relatif rentan adalah: tahu apa yang sedang dipikirkan, tetapi kata-kata berubah saat diucapkan; terjebak lama pada kalimat pertama saat menulis laporan; tidak dapat menangkap poin utama saat mendengarkan ceramah. Perlu dijelaskan bahwa ini tidak berarti orang ini tidak cerdas —— inti dari teori kecerdasan majemuk adalah bahwa kecerdasan memiliki berbagai bentuk, dan tidak dapat diukur dengan satu standar tunggal. |
| Kecerdasan Logis-Matematis | Kemampuan bernalar, menghitung, dan menemukan pola | Penampilan yang relatif rentan adalah: tidak memiliki kepekaan terhadap angka, mudah melamun saat menghadapi penalaran abstrak, dan merasa enggan saat melihat rumus terlebih dahulu. Apa yang secara khusus ditekankan oleh Gardner adalah poin ini —— pendidikan tradisional terlalu berat sebelah pada dua kecerdasan yaitu bahasa dan matematika logis, yang menyebabkan anak-anak dengan kecerdasan lain yang menonjol salah dinilai sebagai kurang mampu. |
| Kecerdasan Spasial | Kemampuan mengoperasikan gambar dan hubungan spasial di dalam pikiran | Sisi yang relatif lemah adalah: mudah tersesat, melihat peta perlu terus memutar arah, melongo menatap manual saat merakit furnitur. Ini tidak ada hubungannya dengan tingkat kecerdasan, melainkan preferensi pemrosesan informasi yang berbeda. |
| Kecerdasan Kinestetik | Kemampuan menggunakan tubuh dan keterampilan motorik halus | Wujud yang relatif rentan adalah: koordinasi fisik yang lebih lemah, mempelajari gerakan baru membutuhkan penguraian berkali-kali, mudah merasa frustrasi saat membuat kerajinan tangan. Pembelajaran dengan posisi duduk di kelas tradisional sangat tidak ramah bagi anak-anak dengan kecerdasan menonjol jenis ini, karena mereka harus bergerak aktif baru bisa menyerap. |
| Kecerdasan Musikal | Sensitivitas terhadap tinggi nada, ritme, dan warna suara | Sisi yang relatif lemah adalah: mudah sumbang saat bernyanyi, tidak bisa mengingat melodi, tidak memiliki kepekaan terhadap ketukan. Ini hampir sepenuhnya diabaikan dalam penilaian tradisional, karena pelajaran musik biasanya tidak memengaruhi evaluasi akademis. |
| Kecerdasan Interpersonal | Kemampuan memahami orang lain dan berinteraksi secara efektif | Tampilan yang relatif lemah adalah: sering salah menilai emosi orang lain, perkataan mudah menyinggung perasaan, tidak tahu peran apa yang harus dimainkan dalam kelompok. Ini adalah hal yang bisa dipelajari, dan ruang untuk kemajuannya biasanya sangat besar. |
| Kecerdasan Intrapersonal | Kemampuan mengenali diri sendiri dan bertindak berdasarkan pemahaman tersebut | Tampilan yang relatif lemah adalah: sering bertahan hingga ambruk baru menyadari ada yang tidak beres, tidak mampu menjelaskan dengan jelas mengapa diri sendiri bersedih, mudah terombang-ambing oleh pendapat orang lain saat membuat keputusan. Ini juga merupakan hal yang paling dapat ditingkatkan melalui latihan. |
| Kecerdasan Naturalis | Kemampuan mengenali dan mengklasifikasikan hal-hal di alam | Tampilan yang relatif lemah adalah: tidak memiliki banyak perasaan terhadap lingkungan alam, tidak dapat mengingat nama hewan dan tumbuhan, tidak begitu peduli pada perbedaan detail. Hal ini tidak terlalu menimbulkan masalah dalam kehidupan perkotaan, sehingga juga paling mudah diabaikan. |
Kesalahpahaman paling umum tentang kecerdasan majemuk adalah memperlakukannya sebagai metode klasifikasi "setiap orang memiliki satu kecerdasan yang sangat kuat". Maksud asli Gardner adalah setiap orang memiliki kombinasi dari delapan hal dengan tingkat yang berbeda-beda, alih-alih dikategorikan ke dalam tipe tertentu. Kesalahpahaman kedua adalah menyamakannya dengan gaya belajar--teori gaya belajar berpendapat bahwa pengajaran harus dilakukan dengan cara yang sesuai (tipe visual belajar dengan melihat gambar), hal ini tidak didukung dalam penelitian, dan Gardner sendiri juga telah beberapa kali mengklarifikasi bahwa keduanya berbeda. Kesalahpahaman ketiga adalah mengira kecerdasan majemuk sudah menjadi kesimpulan mutlak, padahal kenyataannya dunia psikologi kognitif masih memiliki banyak perdebatan mengenai apakah kedelapan hal ini benar-benar independen.
Jika kamu akrab dengan sistem lain, kamu bisa membandingkannya seperti ini: Multiple Intelligences berbicara tentang distribusi bidang kemampuan, Holland RIASEC berbicara tentang arah minat karier, kekuatan karakter VIA berbicara tentang kelebihan pada tingkat karakter, MBTI berbicara tentang preferensi kognitif. Keempatnya jika dipadukan, secara garis besar dapat menjawab empat pertanyaan berbeda: "apa keahlianku, apa yang ingin kulakukan, apa kekuatan karakternya, bagaimana aku berpikir".